Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Berita » Mengapa Muhammadiyah Menetapkan Awal Ramadan 1447 pada 18 Februari 2026?

Mengapa Muhammadiyah Menetapkan Awal Ramadan 1447 pada 18 Februari 2026?

  • account_circle admin
  • calendar_month 23 jam yang lalu
  • visibility 33
  • comment 0 komentar

Berbagai masukan dan diskusi mengenai Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) terus mengalir dalam beberapa waktu terakhir. Ragam tanggapan tersebut justru dipandang sebagai hal positif karena menjadi bagian dari proses penyempurnaan konsep kalender Islam yang diharapkan lebih terpadu dan berjangka panjang.

Di tengah dinamika itu, pakar falak Muhammadiyah, Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar, menjelaskan alasan mengapa Muhammadiyah tetap mantap menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah pada Rabu, 18 Februari 2026.

Pertama, Muhammadiyah secara resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026 M sebagaimana tercantum dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 serta penjelasan Majelis Tarjih dan Tajdid Nomor 01/MLM/I.1/B/2025.

Penetapan ini menggunakan KHGT sebagai metode baru yang kini menjadi acuan resmi Muhammadiyah, menggantikan metode wujudul hilal yang sebelumnya digunakan.

Kedua, implementasi KHGT mensyaratkan keterpaduan tiga unsur utama yang dikenal sebagai Prinsip, Syarat, dan Parameter (PSP). Salah satu parameter pentingnya ialah terpenuhinya posisi hilal setelah ijtimak dengan ketinggian minimal 5 derajat dan elongasi 8 derajat di mana saja di permukaan bumi, bukan terbatas pada wilayah tertentu.

Untuk awal Ramadan 1447 H, parameter tersebut telah terpenuhi di Alaska, Amerika Serikat, dengan ketinggian hilal 05° 23’ 01” dan elongasi 08° 00’ 06”.

Ketiga, konjungsi (ijtimak) awal Ramadan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 12.01 UTC atau 19.01 WIB. Konjungsi menandai berakhirnya siklus bulan sebelumnya dan menjadi penanda astronomis masuknya bulan baru. Setelah matahari terbenam pada hari itu, posisi hilal yang memenuhi parameter KHGT telah tercapai di wilayah Alaska, sehingga Muhammadiyah menetapkan keesokan harinya, Rabu 18 Februari 2026, sebagai awal Ramadan.

Keempat, kondisi berbeda terjadi di Indonesia. Setelah matahari terbenam, posisi hilal masih berada di bawah ufuk (hilal negatif) sehingga tidak memenuhi kriteria pemerintah melalui Kementerian Agama RI, yakni tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat di wilayah Indonesia.

Karena itu, pemerintah diperkirakan menetapkan awal Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026. Namun keputusan resmi tetap menunggu proses rukyat, laporan lapangan, sidang isbat, dan pengumuman Menteri Agama.

Kelima, penerapan KHGT didasarkan pada argumentasi teologis dan fikih yang menekankan prinsip kesatuan umat (ummah wahidah), universalitas Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin, serta gagasan sistem waktu Islam yang bersifat global dalam ranah sosial-muamalah.

Hadis tentang perintah berpuasa dan berhari raya karena melihat hilal dipahami bersifat universal, ditujukan kepada seluruh umat Islam tanpa batas geografis tertentu, sebagaimana ditunjukkan oleh penggunaan kata ganti jamak dalam hadis tersebut.

Keenam, pemahaman universal itu melahirkan konsep fikih ittihad al-mathali’ (matlak global), yakni ketika hilal telah terbukti secara definitif di satu wilayah mana pun di bumi—baik melalui rukyat maupun hisab—maka ketetapan tersebut berlaku secara global. Muhammadiyah mendasarkan penetapan awal Ramadan 1447 H pada prinsip ini, karena hilal telah memenuhi parameter secara definitif di Alaska.

Ketujuh, baik Muhammadiyah maupun pemerintah sebenarnya sama-sama menggunakan pendekatan hisab imkan rukyat, tetapi berbeda dalam implementasi. KHGT Muhammadiyah menjadikan parameter 5–8 sebagai hasil hisab yang definitif tanpa menunggu verifikasi rukyat, serta berlaku secara global. Sebaliknya, kriteria MABIMS 3–6,4 yang digunakan pemerintah mensyaratkan konfirmasi rukyat dan berlaku dalam batas teritorial Indonesia.

Kedelapan, perbedaan lainnya terletak pada aspek kepastian dan kepraktisan. KHGT memungkinkan penetapan kalender jauh hari sebelumnya sehingga umat dapat merencanakan aktivitas Ramadan secara pasti. Sementara metode pemerintah baru menghasilkan keputusan definitif setelah rangkaian rukyat dan sidang isbat dilaksanakan, meskipun secara astronomis sebelumnya sudah dapat diperkirakan.

Kesembilan, karena itu perbedaan awal Ramadan yang kemungkinan terjadi antara Muhammadiyah dan pemerintah sejatinya bukanlah perbedaan akidah atau prinsip ibadah, melainkan perbedaan teknis implementasi kriteria dan cakupan keberlakuannya. Secara fikih, keduanya memiliki dasar argumentasi, metodologi ilmiah, serta pertimbangan maslahat masing-masing. Penilaian terhadap keduanya seharusnya didasarkan pada kekuatan dalil, keilmiahan konsep, dan manfaatnya bagi umat, bukan pada pertimbangan di luar itu.

Berbagai masukan, kritik, dan koreksi terhadap implementasi Kalender Hijriah Global Tunggal merupakan hal yang sangat penting dan bernilai konstruktif. Seluruh tanggapan tersebut bukan dipandang sebagai pertentangan, melainkan sebagai bagian dari proses ilmiah dan ijtihad.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tafsir Surat Al-A’raf Ayat 16-17

    Tafsir Surat Al-A’raf Ayat 16-17

    • calendar_month Minggu, 23 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 4.718
    • 0Komentar

    Dalam Surat Al-A’raf ayat 16-17, Allah menggambarkan kesombongan dan tipu daya Iblis setelah ia diusir dari surga karena menolak bersujud kepada Adam. Ayat ini berisi ancaman Iblis terhadap manusia, di mana ia bersumpah akan menyesatkan mereka dari berbagai arah. Allah berfirman: 16. Iblis berkata: “Karena Engkau telah menghukumku tersesat, pasti aku akan menghalangi mereka dari […]

  • SD Sang Surya Gilimanuk Melaya Jembrana

    SD Sang Surya Tampilkan Drumband Hebat di Karnaval HUT RI di Gilimanuk

    • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Gilimanuk – Suasana karnaval HUT Kemerdekaan RI di Gilimanuk semakin meriah dengan penampilan istimewa Drumband SD Sang Surya. Adik-adik siswa dengan penuh semangat dan percaya diri mampu menunjukkan performa yang hebat, kompak, dan memukau para penonton. Partisipasi ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga wujud nyata kontribusi SD Sang Surya dalam mengisi kemerdekaan dengan […]

  • Muhammadiyah Jembrana

    Bank Mandiri Cabang Kuta Serahkan 100 Bingkisan Ramadhan untuk Anak Panti Asuhan di Jembrana

    • calendar_month Minggu, 23 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 235
    • 0Komentar

    Jembrana, 21 Maret 2025 – Dalam semangat berbagi di bulan suci Ramadhan, Bank Mandiri Cabang Kuta Bali menyalurkan 100 bingkisan kepada anak-anak dari tiga panti asuhan, yaitu Panti Asuhan Muhammadiyah, Panti Asuhan Al Mustaqim, dan Panti Asuhan As Salam. Penyerahan bingkisan ini berlangsung di lantai 2 Gedung Dakwah Muhammadiyah Jembrana pada Jumat (21/3). Acara ini […]

  • Muhammadiyah Jembrana

    Puasa: Latihan Menuju Karakter Muttaqin

    • calendar_month Minggu, 23 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi merupakan sarana pembentukan karakter Muslim yang bertakwa (Muttaqin). Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183) Dalam ayat ini, jelas bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk ketakwaan. Salah satu indikator […]

  • PD Wanita Islam Kab Jembrana

    PD Wanita Islam Kab. Jembrana Bagikan Takjil di Pelabuhan Gilimanuk

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Jembrana, 25 Maret 2025 – Dalam semangat kebersamaan dan kepedulian di bulan suci Ramadhan, Pimpinan Daerah (PD) Wanita Islam Kabupaten Jembrana kembali menggelar aksi sosial dengan membagikan takjil kepada para pemudik di Pelabuhan Gilimanuk. Kegiatan ini menjadi tradisi tahunan yang terus dijalankan sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama. Ketua PD Wanita Islam Kabupaten Jembrana, Hj. […]

  • sibermu Jmebrana Bali

    PDM Jembrana Gelar Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Sibermu

    • calendar_month Senin, 18 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Jembrana – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jembrana menggelar Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (Penmaru) Universitas Siber Muhammadiyah (Sibermu) pada Senin (18/8/2025), bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah Jembrana. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama pembukaan Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) Bali antara Universitas Sibermu Yogyakarta dengan PDM Jembrana. Penandatanganan kerja sama tersebut sebelumnya telah […]

expand_less